PENDAHULUAN
Dewasa ini, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
semakin pesat. hal ini sangat mempengaruhi kemajuan dalam bidang pendidikan.
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau sering disebut TIK .Teknologi
informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi
kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William &
Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam
teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk
peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan teknologi
komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan
merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi
media sangat membantu untuk mingkatkan hasil belajar. Penemuan mutakhir tentang
teori pendidikan seperti Teori Kecedasan Berganda yang dikembangkan oleh Howard
Gardner, Teori Kecerdasan Emosi yang dikembangkan oleh Daniel Colleman, Quantum
Learning, dan lain-lain menuntut penggunaan multi metoda dan multi media untuk
mengoptimalkan hasil belajar.
Perkawinan teknologi informasi dengan teknologi audio visual
mengahasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.
Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar,
suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak
monoton, dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran
tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multi media. Hal
ini dapat mendorong siswa dalam memperdalam pengetahuannya mengenai kedaulatan Negara,
yang tidak hanya berdasarkan materi yang telah diajarkan tetapi juga melalui media
internet yang semakin canggih.
PERMASALAHAN
Masalah yang sering muncul saat ini
terhadap pengembangan media serta teknologi informasi yaitu kurang kompetennya
guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi yang telah tersedia.
Kebanyakan dari guru-guru lebih berorientasi kepada materi yang diberikan tanpa
melihat seberapa jauh siswa memahami kompetensi yang harus dicapai. Padahal
dunia teknologi yang semakin mosern dan pesat telah membuka peluang besar bagi
para guru untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi serta berbagai upaya
yang dapat menarik perhatian siswa agar siswa dapat lebih aktif dan memahami
berbagai teori serta berbagai pengetahuan yang dapat menunjang kemampuan
belajar siswa.
Menurut pandangan Suryadi dan Somardi (2000) sistem
kehidupan bernegara (sebagai bidang kajian PKn) merupakan struktur dasar bagi
pengembangan pendidikan kewarganegaraan. Konsep negara tersebut didekati dari
sudut pandang sistem, di mana komponen-komponen dasar sistem tata kehidupan
bernegara terdiri atas sistem personal, sistem kelembagaan, sistem normatif,
sistem kewilayahan, dan sistem ideologis sebagai faktor integratif bagi seluruh
komponen.
Persoalanya sekarang adalah bagaimana menemukan pendekatan
yang terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep PKn khususnya mengenai makna
kedaulatan rakyat agar siswa dapat menerima dan memahami berbagai ilmu melalui
media komunikasi dan informasi yang sekarang sedang berkembang. Apakah guru PKn
menggunakan media komunikasi dan informasi secara tepat dan benar sehingga
dalam memberikan bimbingan dan arahan siswa dapat menerima materi dengan
efektif dan efisien. Bagaimana membuka wawasan berfikir yang beragam dari
seluruh siswa agar konsep yang dipelajarinya dapat diberikan melalui media
teknologi komunikansi dan informasi yang sedang berkembang.
Disinilah penulis akan sedikit memberikan penjelasan
mengenai pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang
pembelajaran PKn untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang makna kedaulatan
rakyat.
PEMBAHASAN
Sesuai dengan perkembangan zaman maka
pemberian materi dalam pembelajaran PKn pun dituntut lebih efektif dan efisien.
Dalam hal ini maka pemberian materi dan pengembangan metode mengajar pun
difokuskan kepada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini maka guru PKn dapat mengali
lebih, mengembangkan serta memberikan berbagai teknik dan gaya mengajar yang
sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Untuk dapat mencapai
pembelajaran PKn yang maksimal maka perlu media pendukung terutama media
teknologi informasi dan komunikasi yang sedang berkembang. Dengan teknologi
informasi dan komunikasi ini maka siswa akan mudah mencari informasi yang
relevan dengan materi yang telah diajarkan. Sehingga siswa mampu mencari
hakekat kedaulatan Negara yang sesungguhnya serta mampu memberikan identifikasi
dan analisis berdasarkan fenomena yang muncul dalam suatu Negara. Sealin teknologi
ini maka guru juga menentukan setrategi pemilihan metode pembelajaran untuk
menunjak keberhasilan penyampaian materi kepada siswa..
Adapun setrategi
tersebut adalah; satu memahami rumusan tujuan instruksional atau standar
kompetensi dan komptensi dasar yang ingin dicapai setelah pembelajaran materi
PKn,; kedua, merumuskan indikator atau tujuan pembelajaran PKn,; ketiga,
merumuskan tahapan pembelajaran PKn, ; keempat, Mengembangkan alat evaluasi
yang tidak hanya menekankan kepada hasil belajar akan tetapi mengembangkan alat
evaluasi terhadap proses pembelajaran, dan; Kelima, adalah pengembangan media
pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran.
Pembelajaran materi Kewarganegaraan merupakan
proses dan upaya dengan menggunakan pendekatan belajar kontekstual untuk
mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, keterampilan, dan karakter warga
negara Indonesia, khususnya dalam menaati hukum, dan politik bernegara. Praktek
Belajar Kewarganegaraan (PBK) adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang
untuk membantu peserta didik memahami teori kewarga-negaraan melalui pengalaman
belajar praktek-empirik. Dengan adanya praktek, siswa diberikan latihan untuk
belajar secara kontekstual.
KESIMPULAN
Dari
uraian diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa teknologi informasi dan
komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dan mengembangkan
sistem pembelajaran PKn menuju PKn yang kompetitif dan representatif. Dengan
adanya kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi ini maka sangat
membantu pihak-pihak khususnya guru dalam memberikan materi serta sumber
belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Disamping itu teknologi informasi dan
komunikasi juga memberikan dampak positif terhadap metode pembelajaran guru
untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan konsep mengajar yang berwawasan
ke depan. Khususnya dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran PKn
itu sendiri. Disini dapat kita lihat
bahwa dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini siswa sudah
tidak kesulitan dalam mencari sumber belajar maupun refernsi yang berkaitan.
Khususnya untuk kompetensi dasar mengenai hubungan internasional sendiri, siswa
dapat menggunakan media internet untukmnegetahui perkembangan hubungan
internasional di berbagai belahan dunia tanpa harus menunggu kabar dari guru
maupun mencari buku yang terkait.
Daftar
Pustaka
Hari Suderajat.DR. 2003. Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi. Cipta Cekas Grafika. Bandung






